Budidaya Kerang (Dasar dan Rak)
Budidaya kerang membesarkan bivalvia penggali seperti Ruditapes philippinarum (kerang Manila), Mercenaria mercenaria, dan hard clam dari benih hatchery hingga ukuran pasar di dataran pasang surut terlindung atau dasar subtidal, menggunakan penebaran benih secara sebar (budidaya dasar) atau sistem kantong dan nampan yang ditempatkan di atas rak. Benih ukuran 8-15 mm ditebar dengan kepadatan 300-800 ekor per meter persegi untuk budidaya dasar, ditutup dengan jaring predator untuk melindungi dari kepiting, whelk, dan pari, kemudian dijarangkan seiring peningkatan biomassa; budidaya rak dalam kantong jaring fleksibel memberikan kontrol lebih ketat tetapi biaya tenaga kerja dan modal jauh lebih tinggi. Pertumbuhan hingga ukuran pasar 35-50 mm membutuhkan waktu 18-36 bulan tergantung suhu dan ketersediaan pakan, dengan kelangsungan hidup di petak yang dikelola dengan baik sebesar 40-70% untuk budidaya dasar versus 60-85% di dalam kantong. Kualitas sedimen sangat menentukan: pasir berlumpur halus dengan kandungan organik 1-3% dan oksigen terlarut di atas 5 mg/L mendukung penjuluran sifon dan filtrasi yang baik; anoksia atau akumulasi sulfida memicu kematian massal. Budidaya kerang termasuk bentuk akuakultur dengan input terendah, namun sepenuhnya terpapar ledakan alga berbahaya (harmful algal blooms), dan penutupan panen bergantung pada pemantauan toksin secara regulatori daripada pengendalian di lokasi budidaya.