Pengiriman dan Penanganan Telur Bermata
Telur bermata (eyed egg) adalah embrio ikan pada tahap perkembangan di mana mata berpigmen terlihat melalui korion, kira-kira di pertengahan masa inkubasi; ini adalah tahap standar untuk transportasi karena embrio paling kuat pada titik ini dan sisa perkembangan dapat diselesaikan di hatchery penerima. Metode pengiriman meliputi kantong plastik tertutup berisi oksigen, kotak berinsulasi dengan gel pack dingin (menjaga telur salmonid pada 2-6 C), dan untuk volume besar, kotak model karton susu dengan sisipan berlubang dan suplai oksigen kontinu. Suhu dingin adalah kontrol kunci: pendinginan memperlambat metabolisme sehingga telur dapat bertahan dalam perjalanan 24-72 jam, dengan suhu tidak boleh naik lebih dari beberapa derajat di atas suhu inkubasi hatchery pengirim dan tidak boleh membeku. Telur dihitung secara volumetrik (telur salmonid: kira-kira 1.000 butir per 0,3 L, tergantung spesies) dan dikirim berdasarkan satuan per seribu. Aturan penanganan sangat ketat: simpan telur dalam kegelapan atau cahaya redup, hindari getaran kasar dan penumpukan, desinfeksi saat kedatangan, dan lakukan tempering secara bertahap terhadap suhu dan kesadahan air hatchery penerima sebelum di-shocking atau dituang ke dalam inkubator, karena perubahan osmotik atau suhu yang mendadak menyebabkan kematian akibat syok. Mortalitas saat kedatangan harus di bawah 5 persen; telur mati harus segera dipisahkan karena pertumbuhan jamur menyebar dengan cepat. Telur bermata yang dikirim dengan benar memungkinkan hatchery memperoleh genetik dari program induk yang jauh tanpa harus memindahkan ikan hidup.